Aku berlari walau tersengal
menyusuri jalan setapak
yang belum terjamah orang
tempat hatimu bersemayam
pada jiwa yang tak ramah
Sementara kau
Semaunya mengubur mimpiku
dalam dekap nista dan egomu
setelah kau rasakan kasih
yang salah kau ejawantahkan
dalam benakmu
yang tak lagi rasa
Lantas aku bisu
pucat kuyu dalam romanku
karena cinta
yang mengurat akar di jiwaku
seketika melemah
di gerogoti bayangmu
Dan aku tersenyum
di balik tetesan gerimis senduku
terkapar mendekap cinta
di tiap hamparan egomu
menanti datangnya waktu
menelan malamku yang tak lagi biru
menyusuri jalan setapak
yang belum terjamah orang
tempat hatimu bersemayam
pada jiwa yang tak ramah
Sementara kau
Semaunya mengubur mimpiku
dalam dekap nista dan egomu
setelah kau rasakan kasih
yang salah kau ejawantahkan
dalam benakmu
yang tak lagi rasa
Lantas aku bisu
pucat kuyu dalam romanku
karena cinta
yang mengurat akar di jiwaku
seketika melemah
di gerogoti bayangmu
Dan aku tersenyum
di balik tetesan gerimis senduku
terkapar mendekap cinta
di tiap hamparan egomu
menanti datangnya waktu
menelan malamku yang tak lagi biru
Aucun commentaire:
Enregistrer un commentaire