dan merambah angkasamu
Di tepian gemintang
yang terbiasa terang
Lalu meratap tanyaku
pada embun yang membasahi
setiap jengkal
Aku sudah terbiasa diam
saat merangkai sajak-sajak pelangiku
yang tak pudar terkikis waktu.
Menjadi penawar di kala senduku
Membuatku merasa punya arti
Saat kutiti
dawai-dawai rinduku.
Meski aku tahu kau tak sudi,
menemaniku dalam sepi.