- beaucoup de confiance envers ses hommes habituels,
- quelques surprises pour préparer l’avenir,
- et plusieurs choix ultra prudents.
Translate
dimanche 17 mai 2026
Liste France Coupe du Monde 2026 : entre surprises, polémiques et choix très discutables de Deschamps
Liste officielle de l’Équipe de France pour la Coupe du Monde 2026 : Deschamps dévoile enfin les 26 Bleus
- la vitesse offensive des Bleus,
- la solidité défensive,
- l’expérience des grands matchs,
- la profondeur du banc français.
Équipe de France à la Coupe du Monde 2026 : Mbappé, Deschamps et le rêve d’une troisième étoile
jeudi 14 mai 2026
Pourquoi de plus en plus d’Européens refusent maintenant de répondre au téléphone
mercredi 13 mai 2026
Pourquoi certaines vidéos TikTok explosent alors que d’autres restent invisibles ?
jeudi 20 avril 2023
L'herbe du voisin est plus verte, mais la nôtre est plus épaisse
Arrogance Mutuelle
mardi 20 décembre 2022
Ordre de la Rue
mardi 6 décembre 2022
Désir la Cordes
Dawai Rindu
dan merambah angkasamu
Di tepian gemintang
yang terbiasa terang
Lalu meratap tanyaku
pada embun yang membasahi
setiap jengkal
Aku sudah terbiasa diam
saat merangkai sajak-sajak pelangiku
yang tak pudar terkikis waktu.
Menjadi penawar di kala senduku
Membuatku merasa punya arti
Saat kutiti
dawai-dawai rinduku.
Meski aku tahu kau tak sudi,
menemaniku dalam sepi.
dimanche 4 décembre 2022
Retour À La Maison
elle me manque
samedi 3 décembre 2022
Terme
l'histoire d'amour
Prier Dans Le Noir
vendredi 16 juillet 2021
Jangka
Kadang pertemanan itu seperti jangka.
Kalo kita mau bikin lingkaran yang luas tapi rapih emang harus sedikit ngelebar dan ngejauh.
Yap. Seperti itulah pertemanan.
Terlalu dekat kadang jadi beban sendiri buat kita. Khususnya gua.
Temen susah, gua bantuin.
Temen di bawah, gua naekin.
Temen jatoh, gua gendongin.
Temen sakit, gua obatin.
Temen sehat, gua ditinggalin.
Gak semua sih. Tapi sebagian besar.
Trus yang begitu masih pantes dibilang temen?
Buat gua sih iya.
2 tahun lebih gua membentuk karakter dan pola pikir sendiri untuk gak gampang sakit hati dan ngebenci orang lain.
Walaupun di posisi gua yang di campakin.
Walaupun di keadaan gua yang di khianatin.
Sekian lama gua bentuk semua itu dalam diri gua sampe akhirnya gua terlihat masa bodo, dan sebagian orang merasa kalo gua orangnya cuek. Gak pernah mikirin masalah bahkan yang sesulit apa pun.
Silit.
Gua juga manusia.
Mikirin untuk hidup hari ini udah pasti.
Mikirin buat makan besok jangan ditanya.
Mikirin cara napas hari lusa ya jelas.
Tapi bukan berarti gua jalanin semuanya sendiri.
Terlebih ketika dulu kalian sakit, gua yang ngobatin.
Ketika dulu kalian abis napas, gua yang ngumpulin oksigen.
Ketika kalian sekarat, gua yang duakarat.
Bukan juga gua nuntut timbal balik.
Tapi ya mau gimana lagi?
Gua kan manusia.
Jadi ya daripada timbul aroma sakit hati dan benih benih benci, ada baiknya kita mulai jauh.
Gua yang mulai coba melebar.
Supaya pola pikir gua terjaga.
Supaya pikiran baik gua tetep ada.
Supaya prasangka baik gua gak hilang.
Supaya pertemanan kita gak punah.
Supaya harta lu gak gua minta.
Supaya hutang lu tetep jadi cerita.
Supaya hidup susah gua tetep kerasa bahagia.
Supaya rotasi hidup tetep sama alurnya.
Supaya dunia tetep sama siklusnya.
Supaya lingkaran yang gua bentuk tetep luas, dan yang pasti rapih tanpa ada gerigi gerigi yang ganggu keindahan di pandangan orang lain.
Semua tetep baik baik aja.
Kalo emang kita temen, kita pasti tenggang rasa.
Kalo emang kita sodara, kita pasti masih satu rasa.
Kalo emang kita keluarga, kita pasti wajib saling rasa.
Biarin aja kita ngejauh, dan liat seperti apa lingkaran kira digerakin sama Tuhan yang kita percaya.
Kalo emang kita saling percaya.
Kalo emang masih ada yang bisa kita percaya.
Kalo emang masih ada Tuhan.
Yang kita percaya.
Yang masih kita percaya.
Yang saling kita percaya.
Yang bisa kita percaya.
mercredi 14 juillet 2021
Rumput Tetangga Lebih Hijau, Rumput Kita Lebih Lebat
Mungkin hidup gua terlalu banyak becanda.
Karena buat gua, dalam menjalani hidup kita gak boleh terlalu serius.
Terkadang kita butuh becanda supaya hidup ini gak terlalu terasa berat.
Terkadang kita perlu menertawakan masalah di hidup kita sendiri supaya kita sadar di sekeliling kita banyak yang punya masalah lebih berat.
Versi mereka sendiri tentunya.
Ya. Manusia memang selalu ngerasa hidupnya paling berat.
Manusia selalu ngerasa masalahnya paling berat, paling susah dilewatin.
Manusia manapun.
Semua manusia.
Termasuk gua sendiri tentunya.
Sekeras apapun gua ngelawan, mencoba berfikir kalo masalah gua gak sesulit itu, mencoba berfikir kalo masalah orang lain jauh lebih kompleks, tetep aja sesekali pasti pernah atau bahkan sering ngerasa kalo masalah gua adalah yang paling berat dan mustahil bisa dilewatin manusia lain.
Kata orang sih rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.
Sayangnya banyak dari kita yang lupa kalo rumput kita mungkin bukan cuma kurang hijau, tapi juga kurang rapih.
Padahal sudah tentulah kita perlu menyemai, perlu memotongnya secara teratur supaya pertumbuhannya baik dan menghasilkan rumput yang rapi serta hijau sehingga enak dipandang mata.
Banyak dari kita yang hanya melihat rumputnya.
Tapi apakah kita sudah tau proses yang dilakukan "si tetangga" itu sehingga rumputnya lebih hijau? Apakah kita tau bibit rumput yang digunakan?
Kita sering lupa bahwasanya sudah tentu bibit yang berbeda akan menghasilkan rumput yang berbeda pula.
Kita pun lupa bahwa selera orang pun berbeda.
Bisa jadi orang lain pun lebih menginginkan rumput yang liar, lebat, menjalar kesana kemari dan tertawa. Namun bila saat berpisah telah tiba. Ijinkan ku menjaga dirimu. Berdua menikmati pelukan di ujung waktu.
Oke jangan diterusin.
Jadi pada intinya, kita harus berusaha menyelesaikan masalah kita sesuai dengan hasil yang kita inginkan. Bukan dengan melihat permasalahan orang lain yang terlihat lebih sepele.
Karena hal seperti itu sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah dan justru membuatnya semakin rumit.
Dan akar permasalahan itu pun harus kita ketahui karena tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah berbeda dengan cara yang sama. Mungkin bisa. Tapi tentulah proses dan waktunya berbeda.
Maka dari itu, selesaikan masalahmu sendiri, jangan ikut campur masalah orang lain, atau masalahmu menjadi semakin berat dan mungkin juga bisa menjadi masalah untuk orang lain.
Salam.
lundi 12 juillet 2021
Arogansi Mutualisme
Terkadang aku berfikir, mengapa sampai detik ini aku tidak juga berubah?
Mengapa aku selalu saja bertidak dan berkata semauku sendiri tanpa melihat efek di depan?
Mengapa aku selalu mengedepankan konsep idealisme di kehidupan?
Ya. Aku tau itu salah. Menurutmu. Menurutku tidak.
Ya. Aku tau itu tidak baik. Menurutmu. Menurutku? Kau sudah tahu jawabannya. Menurutku tidak juga.
Sampai akhirnya aku sadar.
Aku tahu apa yang orang inginkan.
Ya. Menilai.
Tugas orang lain adalah menilai kepribadian satu sama lain, seperti yang selama ini aku lakukan pada kalian semua.
Kita adalah jiwa jiwa yang sangat mudah menilai segalanya. Tanpa pandang bulu. Tanpa peduli sisi lainnya.
Baik ataupun buruk.
Buruk ataupun baik.
Aku sadar dengan sikap yang selama ini kutunjukan sudah sepantasnya dinilai buruk.
Dan aku pun lebih sadar, seandainya aku bersikap lebih baik pun orang lain pasti akan menilai buruk.
Mencari cari celah buruk dalam diri ini.
Mengorek ngorek kelakuan negatif pada jiwa ini.
Pasti. Sudah tentu.
Karena pada dasarnya, apa pun yang siapa pun lakukan, barang tentu penilaian negatif akan menjadi konsumsi publik. Best seller dari obrolan di pasaran.
Maka dari itu aku memilih untuk tetap bertahan.
Maka dari itu aku memilih untuk tidak berubah.
Ya. Aku adalah sosok idealis yang paling idealis.
Tentu. Aku adalah raga yang terkungkung sifat egoisme.
Pasti. Aku adalah pancaran jiwa paling arogan.
Brengsek. Kata orang. Kataku pun demikian.
Demikian.
dimanche 13 janvier 2019
Comedian Rhapsody, sebuah comedy dari para comedian yang semoga bisa menghasilkan rhapsody
Setalah hampir setahun, akhirnya gua mulai nulis blog lagi. Dan setelah hampir 2 tahun akhirnya gua bikin lagi sebuah standup comedy show tanpa embel embel komunitas.
Yap, Comedian Rhapsody.
Standup comedy show dari gua dan orang orang yang terakhir menjadi juara di Scope Skip, kompetisi standup comedy besutan komunitas Standup Indo Lampung.
Gak kerasa udah hampir 6 tahun perjalanan gua di dunia standup comedy khususnya di komunitas yang tadi gua sebutin. Sebuah perjalanan panjang untuk satu karir yang orang orang bilang mandek. Karir yang menurut orang jalan di tempat. Atau sebuah perjalanan panjang yang gua sebut sebagai pengalaman.
Memang gua orangnya terlalu naif untuk mencari uang dari sebuah kesenangan. But, inilah gua. Si mata duitan yang gak pernah mau nyari duit dari kesenangan bersama. I think, standup comedy is seni bersama. Beberapa orang bilang, dapet duit dari passion itu asik. Pekerjaan yang sesuai kesenangan itu pasti lebih bisa dinikmati. Ya, memang asik. Tapi menurut gua, bukan hal yang pantas untuk menjadikan ladang uang dari hal yang sebenernya cuma bagian dari cara lu menikmati perjalanan hidup. Dan disini kita berbicara kesenangan bukan pekerjaan. Kita semua tau, dari awal gabung komunitas ini untuk mencari senang bukan mencari uang. Kita pun satu pikiran, bahwa siapa saja yang niat awalnya mencari uang di komunitas di seni ini, sudah pasti akan segera menghilang. Gua jamin itu juga berlaku dengan orang orang yang lupa tujuan awalnya. Setelah sukses, lupa dengan kesenangannya di seni ini. Isi otaknya cuma uang. Sudah pasti karirnya juga bakal ilang. Buktiin sendiri. Gua kasih kelingking kiri gua buat jadi taruhannya.
Dan pada akhirnya setelah proses panjang itu, gua pun menggarap show ini bareng orang orang yang katanya deket dengan gua. Bahkan ada yang bilang, "achan mah pasti ngajak orang orang deketnya doang" atau "lu kalo mau punya show, jadi anak buahnya achan aja".
Mungkin bener. Gua sih ketawa aja dengernya. Tapi yang orang gak tau, bukan gua yang ngajak orang orang ini bikin show, justru gua yang diajak mereka untuk bikin show. Bahkan gua bilang, project ini terbuka buat siapa aja di standup comedy khususnya orang orang komunitas Standup Indo Lampung yang mau ikutan.
Dan satu hal yang pasti orang orang gak tau. Comedian Rhapsody ini adalah sebuah standup comedy show berbasis gotong royong. Kebencian gua dengan orang orang yang manfaatin seni dan komunitas ini untuk memperkaya diri sendiri menggiring gua untuk menanamkan ke anak anak ini kalo lu bisa bikin show asal punya duit. Belajar mandiri, buat apapun dengan uang sendiri bukan uang orangtua apalagi komunitas.
Dari awal ketika mereka ngajak, gua tantang mereka dengan bilang "Gua gak punya duit buat bikin show. Kalo lu pada mau show, sini sokongan dan lu harus siap rugi kalo show ini gak balik modal".
Seperti biasa, kesenangan tanpa mikirin uang yang di dapet. Pelan pelan gua tanemin prinsip komunis gua ke jiwa jiwa yang tak berdosa ini. Sosialis. Gotong royong. Satu untuk semua. Semua untuk satu.
Gua bisa bilang, dosa kita udah terlalu banyak. Serakah cuma jadi jalan tol buat lu masuk neraka.
Yah, walopun hampir semua urusan di show ini gua yang garap, tapi secara materi gua gak mau nanggung sendiri. Man, gua sekarang yatim. Lu gak bisa nanggung hidup anak yatim aja udah cukup buat gua maklumin, masa mau ditambah gerogotin harta anak yatim juga?
Eh tapi yatim yatim gini otak gua masi lancar kok. Gua masih bisa mikir yang lumayan kreatif bahkan dari hal kecil sekalipun. Penamaan Comedian Rhapsody contohnya. Banyak yang bilang bagus. Banyak yang bilang keren. Banyak juga yang bilang jiplak dari Bohemian Rhapsody. Banyak yang bilang gua mencoba mengangkat hal yang lagi hype akibat peluncuran film Bohemian Rhapsody.
Ya mungkin itu bener. Hahaha.
Tapi gak sesepele itu juga. Karena faktanya orang orang di sekitar ini banyak yang gak tau Queen dan lebih banyak lagi yang gak tau dengan film itu.
Jadi apa alesannya bilang gua ngejiplak? Lagipula jauh sebelum gua tau ada film itu pun gua emang udah suka Queen khususnya di lagu Bohemian Rhapsody. Dan kebetulan bersenang senang adalah salah satu prinsip hidup gua. Jadi apa yang salah dengan Comedian Rhapsody?
Secara harfiah, rhapsody sendiri dalam bahasa Indonesia artinya kegembiraan. Atau bisa juga di artiin "sebuah jalinan indah dari sebuah lagu".
Damn! Dalem banget kan maknanya hahahahahaha
Yoi. Gua berusaha membuat show ini dengan orang orang yang gua anggep punya jalinan indah dengan kehidupan gua di dunia standup comedy. Gua gak mau hubungan di komunitas ini cuma dalam skala kecil. Gua mau hubungan ini berkelanjutan di dalam dan luar komunitas. Beberapa orang dari komunitas udah pernah gua angkut untuk lebih dalem masuk ke kehidupan pribadi gua. Ke dalem jaringan pertemanan, kekerabatan dan kekeluargaan gua di luar komunitas. Sesuatu yang orang bilang our circle. Yah, walopun pada akhirnya hampir semua orang itu kabur dari semua sendi kehidupan gua setelah nyicipin "bala bantuan" dan setelah udah bisa sukses sendiri. Kebanyakan mereka kabur dengan meninggalkan utang yang mungkin gak sanggup untuk dibayarkan bahkan dengan segala harta kekayaan mereka sekarang. Atau mungkin justru memang mereka kabur untuk ninggalin utangnya. Mungkin aja ngabisin duit untuk having fun dengan gaya hidupnya dan cewe cewe di luaran sana lebih penting dari sekedar bayar utang yang memang dari awal gua bilang "gausah mikirin bayarnya".
Ya tapi kan hidup gak harus sebrengsek itu juga dong bos.
Back to Comedian Rhapsody, pada dasarnya gua ngasih nama ini karena yang gua tau, rhapsody itu artinya kegembiraan. Jujur di show ini gua cuma mau seneng seneng aja setelah sebelumnya ada show yang gagal dijalananin cuma karena kurangnya komitmen dari satu orang. Sementara yang lain terutama 3 orang juara Scope Skip ini adalah penggagas show di awal tahun ini, akhirnya tetep gua jalanin dengan cara dan konsep yang berbeda.
Jujur buat gua mungkin ini pertama kalinya gua niat bikin acara yang segalanya dari isi otak gua sendiri. Otak yang isinya cuma seneng seneng ini jelas gak bisa mikir laen kecuali kesenangan. Dan menurut gua, rhapsody jelas suatu hal yang tepat untuk menggambarkan acara ini. Gua seneng mikirin ide, anak anak seneng karena akhirnya punya show.
Terlebih selama tahun 2018 hidup gua sangat jauh dari yang namanya kesenangan dan kegembiraan. Hampir semua kehidupan gua di tahun 2018 isinya cuma kesulitan. Dam kegembiraan gua pun sedikit bertambah, karena selama hampir 6 tahun gua berkecimpung di dunia ini, baru di Comedian Rhapsody ini lah keluarga gua bakalan nonton penampilan gua secara live. Jadi udah past bakal kegembiraan yang berbeda di acara ini.
Tapi satu hal yang perlu jadi catetan juga, jangan terlalu berekspektasi karena ini momen pertama kali. Gua gak tau gimana groginya ditonton keluarga sendiri. Gua gak tau gimana rasanya panggung sumpah serapah gua bakal ditonton langsung sama nyokap gua hahahaha. Ditambah lagi, 3 orang sisanya ini sama aja kusutnya. Gak bisa pegang komitmen sama sekali bahkan dengan show mereka sendiri yang harusnya ada kesadaran lebih untuk berbuat minimal sepantasnya kalo gak mau berbuat lebih.
Satu harapan gua yang utama di project seneng seneng kali ini, semoga dari sini gua bisa balik nyadarin orang orang yang udah terlalu males kerja sampe gantungin hidupnya di seni ini. Orang orang yang lupa kalo sebenernya disini ya kita cuma buat seneng seneng. Boleh kepikiran nyari duit disini, tapi harus inget gak semua bagian disini harus di duitin.
Man, sesekali hidup butuh kegembiraan yang natural.
Finally, di awal tahun 2019 ini gua pengen Comedian Rhapsody bisa jadi sebuah standup comedy show dari para comedian yang diharapkan bisa menghadirkan rhapsody.
Comedian Rhapsody. Yippieee!
mardi 27 mars 2018
My Lovely Home, My Lovely Show
Yak akhirnya nulis lagi.
Setelah sekian lama gak nulis karena terlalu banyak kesibukan (baca: males), dan karena aplikasi Blogger gua kena uninstall akibat bocah bocah asal otak atik hape, akhirnya sekarang mencoba nulis lagi.
Sebenernya ini bukan murni pengen nulis sih, tapi karena request juga. Hahahaha.
Iya ini emang request dari Ridho (@mazaridhomaza) yang mau bikin show My Lovely Home barengan Adi (@hardimansah) dan Bunda (@aryofs).
Tapi ya bukan berati gua nulis karena diminta doang. Gua gak pernah milih milih kok buat menghujat orang. Kalo emang lagi semangat, sekelas Tuhan pun pasti gua hujat. But, selama ini emang masih malesan aja. Bahkan kalo si Ridho gak request pun gua hampir lupa dengan kebiasaan ini.
Terlepas dari adanya tulisan ini karena request si empunya acara, gua tetep jujur dengan semua yang gua tulis. Jadi kalo mulut gua ngeluarin kata kata yang gak lo suka, lo pikir gua peduli apa?
Bodo amat. Emang gua pikirin.
Gua disini gak mau basa basi bilang kenapa harus nonton My Lovely Home. Ya karena emang gak ada keharusan juga sih. lo mau nonton ya silahkan, gak juga gapapa. Bukan urusan gua.
Tapi kalo lo mau nonton, sementara lo belom tau My Lovely Home dan gimana background orang orang yang bakal tampil, ya gua coba jelasin sebisa gua.
Apa sih My Lovely Home?
Seperti namanya dan asalnya. Jadi itu Standup Comedy Show dari 3 orang yang udah gua sebutin di atas. Dikasi nama begitu karena katanya 3 orang itu yang punya masalah di keluarga. Ada yang (katanya) broken home, ada yang (katanya) yatim. Katanya ya. Gua sih gatau kan gak tinggal serumah.
Menurut gua, ini menarik. Simple, mungkin sebagian orang udah tau kalo gua juga termasuk orang yang "bermasalah" di rumah. Dan buat gua pribadi, ada kenikmatan tersendiri ketika tau kehidupan orang dari latar belakang keluarganya. Karena dari hal itu kita punya dasar menilai dan menilai kepribadian orang. Jelas, karena selain lingkungan, didikan awal di keluarga itu menentukan kepribadian seseorang. Yakan? Yadong. Yasih?
Dan mereka bertiga ini mencoba menceritakan masalah itu ke lingkungan lebih luas yang mungkin aja gak terima dengan pemikiran dan statement di atas panggung nanti. Sangat beresiko untuk orang orang yang masi ngejer popularitas di tv nasional. Hahahaha.
Iya gua bilang beresiko, karena sebagian (besar) orang nantinya menganggap hal itu sebagai attitude yang buruk. Jangan tanya kenapa, gua udah ngerasain.
Buat sebagian orang, dimana sih bagusnya ngejelekin kehidupan keluarga lo yang harusnya jadi aib sendiri?
U know lah, orang Indonesia terlalu ramah. Terlalu peduli dengan urusan orang laen sampe lupa dengan istilah "Kalo lo gak suka ya gausah didenger".
Tapi bagus lah. Sejauh ini gua apresiasi keberanian, atau mungkin kebodohan, mereka untuk ngebahas itu. Terlebih semua itu coba dibungkus dengan komedi. Sesuatu yang menurut gua sulit. Karena kalopun ada yang nerima, kebanyakan malah jadi iba, bukan lelucon. Repot kan jadi orang Indonesia?
Selama 5 tahun gua bergelut di dunia standup comedy, ngebahas kesedihan di keluarga itu rasanya sulit. Gua belom pernah berhasil ngebungkusnya jadi lucu kecuali sekedar 1 atau 2 bit. Dan setau gua juga di Indonesia hampir gak ada yang pernah ngebahas itu. Entah karena banyak komika yang ngerasa susah juga, atau emang pada gak mau ngebahas sisi lain keluarganya.
Jadi kalo lo tanya gua kenapa pengen nonton, ya karena itu. Show kali ini beda dari yang lain. Dan kalo lo terbiasa nonton standup comedy di tipi, udah pasti kelucuan yang begini belom pernah lo tonton. Silahkan penasaran sendiri. Gua gak ikut campur.
Kalo gua pribadi cukup penasaran. Terlebih dari ketiga orang ini, gak ada satu pun yang gua tau background keluarganya.
Mulai dari Ridho yang katanya tinggal di Metro sama tantenya. Gua gak ngerti gimana caranya bisa tau keluarganya, sementara dia punya keluarga aja kok kayak gak yakin.
Di komunitas yang gua tau dari Ridho cuma materinya yang bener bener absurd. Jujur gua gak terlalu suka gaya absurd yang cuma ngandelin diksi diksi lucu. Ibaratnya kalo cuma ngomong kecoa kaleng, atau monyet laut, atau siluman kuping, menurut gua sih semua orang juga bisa. Tapi kadang absurd-nya si Ridho ini gak cuma dari diksi. Kelakuannya sehari hari juga bikin geleng geleng kepala. Kepala sekolah. Ya begitulah kalo absurd. Aneh kan dibacanya.
Wait, jangan jangan Ridho tinggal sama tantenya bukan karena mau dia. Tapi ya jujur gua gak yakin orangtuanya sabar ngeladenin kelakuan absurd dia.
Entah lah. Tunggu aja barangkali dia mau ngebahas itu juga. Mayan kan dapet premis gratis.
Selain Ridho, ada juga Adi. Apalagi anak ini, gua lebih gatau. Bahkan anak komunitas selain internal Metro, gua yakin ampir gak ada yang tau gimana Adi karena kebanyakan diem ampir gak ada interaksi dengan orang yang gak terlalu dia kenal.
Tapi walopun gitu, Adi ini termasuk yang paling gua tunggu. Walopun di awal muncul, dia juga komika dengan tipe materi yang gak gua suka. Ya karena terlalu ngikutin alur. Waktu awal rame, komika @sucmetro semuanya jadi Bintang Bete. Entah kenapa, hampir semua pokoknya.
Dan gua kurang suka. Karena entah kenapa cuma Bintang (menurut gua) yang lucu dengan pola kayak gitu, yang laen kok terkesan maksa buat gua. Selain itu juga gayanya di panggung jadi berasa gak natural. Kayak gak punya jati diri.
Sampe akhirnya rombongan generasi pertama di @sucmetro pada abis yang aktip di panggung. Dari sekian banyak komika, hampir semuanya tumbang.
Dan dari situ yang gua tau dari Adi cuma bacotannya di Twitter dan kegiatan aktip dia di dunia indie. Dari Twitter gua liat Adi punya banyak kemiripan dengan gua. Bahkan terakhir gua tau, di komunitas pun dia dikenal sebagai mulut sampah. Yak, stereotype yang sama dengan gua.
Setelah lewat 2 tahun dari gua openmic terakhir kali di Bejo's, akhirnya liat lagi Adi naek panggung. Dan di penampilan itu keliatan beda dari Adi yang dulu. Gak ada lagi pola pola macem Bintang.
Dibanding Ridho, buat gua sih Adi lebih layak untuk ditunggu.
Komika terakhir yang belom dibahas cuma Bunda. Pemilik akun instagram @aryofs ini juga lama gak gua liat. Dulu liat dia masih SMA, dengan badan besar dan sangar, doi milih persona yang sedikit "manja". Sampe akhirnya kesan manja dia ilang berkat rambut gondrong dan bewoknya. Bunda pun berubah jadi Surya Paloh-nya @sucmetro.
Bunda juga termasuk komika lawas @sucmetro yang lama gak gua liat penampilannya. Terakhir kesempatan gua liat dia di SUN2 Metro buyar gegara harus ngambil job luar kota di hari yang sama.
Iya, gak salah kok. Job luar kota. Tetep standup comedy. Gua masih laku kok.
Dari ketiga penampil itu cuma Bunda yang gua tau kehidupan di rumahnya. Itu pun bukan masalah keluarga, tapi masalah mistis rumahnya yang katanya banyak hantu dan Mbahnya yang udah tua tetep doyan gowes sepeda.
Setiap main ke Metro, gua selalu diajak minep rumahnya. Dari Kopi, Ridho, sampe tuan rumahnya selalu ngajak gua minep sana. Dan terakhir kali gua nonton openmic, gua diajakin minep disana dengan iming iming ada "hantu baru".
Konyol. Gua gak percaya begituan.
Walopun emang katanya sering liat, tapi gua gak percaya. Gua anggep itu khayalan, rasa parno gua doang. Mind games.
Jujur gua penasaran dengan penampilan Bunda. Bahkan dibanding Adi, Bunda yang sebenernya paling gua tunggu ceritanya karena gua gak pernah denger cerita apapun dari dia kecuali Mbah dan Hantu di rumahnya. Hantu. HANTU.
Siapakah Bunda yang sebenarnya? Apakah HANTU HANTU itu akan membantu penampilannya nanti?
Mari kita saksikan bersama My Lovely Home di Bejo's Milk, Rabu tanggal 2 Mei 2018. Tiketnya murah cuma Rp15.000 udah dapet susu gratis. Gak tau susu apa. Semoga susu MC-nya deh. Eh jangan ding. Nanti kalo gitu gua borong tiketnya, lo semua gausah nonton. Elos.
Ya pokoknya bayar dikit buat menghargai karya seniman lokal gak bikin lo miskin kok. Coba aja kalo gak caya.
Gua tunggu ya. Yok!!!
Featured Post
Liste France Coupe du Monde 2026 : entre surprises, polémiques et choix très discutables de Deschamps
La liste officielle de l’Équipe de France pour la Coupe du Monde 2026 est enfin sortie… et honnêtement, Didier Deschamps a encore réussi à c...
-
Il y a quelques années, ignorer un appel semblait impoli. Aujourd’hui, partout en Europe, des milliers de jeunes préfèrent laisser sonner le...
-
Voici pourquoi certaines vidéos TikTok explosent sur la page « Pour Toi » en 2026 Les conseils TikTok pour votre page « Pour Toi » en 2026 m...